Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi karies gigi sebesar 82,8% pada penduduk usia ≥3 tahun, dengan angka lebih tinggi pada anak usia 5-9 tahun mencapai 84,8%. Hanya 15,2% anak Indonesia bebas dari gigi berlubang, sementara 56,9% penduduk melaporkan masalah gigi dan mulut dalam setahun terakhir.
Apa Itu Karies Gigi?
Karies gigi adalah kerusakan ireversibel pada jaringan keras gigi akibat demineralisasi oleh asam dari bakteri yang memfermentasi sisa makanan karbohidrat, terutama gula. Proses ini dimulai dari plak bakteri yang menghasilkan asam melarutkan enamel, menyebabkan lubang dan nyeri saat mencapai dentin atau pulpa. Faktor risiko utama meliputi diet manis, higiene buruk, dan kurang fluor.
Akibat Dari Gigi Berlubang
- Nyeri Hebat, sakit yang dapat mengganggu tidur dan konsentrasi.
- Gusi Bengkak (Abses), terjadi akibat penumpukan nanah karena infeksi bakteri.
- Infeksi Akar Gigi, kerusakan yang mencapai syaraf gigi (pulpa).\
- Kuman Menyebar, bakteri dari infeksi gigi dapat masuk ke pembuluh darah dan berisiko memicu komplikasi pada organ tubuh lain, seperti jantung (endokarditis).
Cara Mencegah Gigi Berlubang
- Sikat Gigi 2 Kali Sehari, waktu terbaik adalah pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Sikat gigi malam sangat penting karena produksi air liur (pelindung alami gigi) menurun saat kita tidur.
- Batasi Makanan dan Minuman Manis, gula adalah "bahan bakar" utama bakteri penghasil asam. Kurangi konsumsi permen, soda, dan kue manis.
- Konsumsi Makanan Berserat dan Berair, buah-buahan dan sayuran membantu membersihkan sisa makanan secara alami dan merangsang produksi air liur.
- Bersihkan Sela-Sela Gigi (Flossing), sikat gigi saja tidak cukup menjangkau celah antar gigi. Gunakan benang gigi (dental floss) setidaknya sekali sehari.
- Periksa ke Dokter Gigi Setiap 6 Bulan Sekali, deteksi dini adalah kunci. Dokter gigi dapat melihat gejala awal karies yang belum parah, sehingga jika ada masalah pada gigi bisa dilakukan pencegahan sedini mungkin.
Ayo, cegah gigi berlubang sekarang juga agar gigi tetap sehat dan bebas nyeri! Mulai dari sikat gigi rutin 2x sehari dan kurangi mengonsumsi gula – kesehatan gigi dimulai dari langkah kecil kita hari ini.
REFERENSI
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2025. Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Karies Gigi. Jakarta: Kemenkes RI.
- Marie Louisa Stevanie, Tiarma Talenta Theresia. 2023. Bahaya Karies Gigi dan Penyakit Periodontal. Jakarta: Universitas Trisakti.
- Reca, R. dkk. 2023. "Promotif dan Preventif Pencegahan Karies Gigi". Jurnal Ilmiah Kesehatan Gigi. Poltekkes Kemenkes Aceh.
- Supratman, dkk. 2024. "Hubungan Karies Gigi dengan Kualitas Hidup Anak". Jurnal Kedokteran Gigi Unpad 36(1).
- Widiyanto, A. dkk. 2023. "Pencegahan Karies Gigi Pada Anak". GEMAKES: Jurnal Gizi, Makanan, dan Kesehatan 4(1). Poltekkes Jakarta I.

0 Komentar