Melukis menjadi salah satu hobi yang saya nikmati. Meskipun saya tidak mahir, setiap kali saya melukis, saya merasa excited. Sensasi mencampurkan warna, merasakan tekstur cat di jari, dan melihat bentuk-bentuk mulai muncul adalah pengalaman yang menyenangkan.
Melukis adalah eksperimen tanpa ujung. Saya belajar dari kesalahan kecil: terlalu banyak cat, terlalu sedikit air, atau garis yang terlalu tegas. Setiap percobaan mengajarkan sabar: berhenti sejenak, melihat apa yang sudah terlukis, dan mencoba lagi dengan pendekatan berbeda. Sensasi mengejar kesempurnaan yang tidak pernah benar-benar datang justru membuat saya ingin terus mencoba, menantang diri untuk menemukan cara baru mengekspresikan perasaan lewat warna.


Tak peduli seberapa rapi gambar yang saya lukis, kadang bentuknya belum jelas, kadang komposisinya berantakan, namun ada kepuasan sederhana ketika warna-warna itu saling bertemu, membentuk nuansa yang terasa hidup meski belum sempurna.
Setelah selesai, ada rasa takjub yang muncul, meskipun kadang hasilnya tidak sesuai dengan apa yang saya bayangkan—entah terlalu berantakan atau tidak seimbang—saya hanya bisa tertawa dan menerima. Tidak masalah, saya tahu bahwa prosesnya yang paling penting.

Btw saya suka sekali lukisan The Starry Night karya Vincent Van Gogh. Saya suka dengan teknik Impasto-nya yang tebal dan bertekstur itu—cara dia membuat langitnya seakan bergerak dan berputar-putar. Saking sukanya, saya pernah menantang diri sendiri untuk mencoba merecreate lukisan ikonik itu. Hasilnya? Jujur saja, masih berantakan dan jauh dari aslinya, tapi saya merasa sangat senang setidaknya saya sudah mencoba melakukannya. Rasa takjub melihat hasil karya sendiri itu tetap ada, meski hasilnya jauh dari kata sempurna.


Ngomong-ngomong soal melukis, saya harus mengakui bahwa saya belum bisa melukis murni hanya dari imajinasi saya. Saya masih harus melihat referensi atau mengikuti tutorial yang ada di media sosial. Tapi saya tahu itu wajar. Saya anggap referensi itu sebagai bank data visual dan alat bantu untuk terus belajar. Yang penting, saya tetap menikmati prosesnya!"
  

Melukis bukanlah tentang mencari kesempurnaan, tetapi tentang menikmati setiap langkah yang diambil. Selalu ada kepuasan tersendiri di balik setiap goresan, dan saya bertekad untuk terus belajar, menikmati setiap momen yang saya habiskan dengan kuas di tangan.

Melukis bukan tentang menghasilkan karya yang bisa dipajang di galeri. Ini semua tentang prosesnya dan sensasinya.